SEJARAH DESA SUMBEREJO

Budi Wicaksono 19 Juli 2026 21:38:17 WIB

 

LEGENDA DAN SEJARAH DESA SUMBEREJO

A. Legenda dan Sejarah Desa

Sejarah Desa Sumberejo berawal pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, para pejuang kemerdekaan melakukan perjuangan secara gerilya untuk melawan pasukan penjajah. Mereka bergerak dalam kelompok-kelompok kecil dan berpencar di kawasan hutan untuk menghindari penangkapan sekaligus menyusun strategi perjuangan.

Pada masa tersebut, wilayah yang kini menjadi Desa Sumberejo masih berupa hamparan persawahan, rawa-rawa, dan hutan belantara. Kondisi geografis tersebut menyulitkan komunikasi dan mobilitas antar kelompok pejuang. Untuk memperlancar hubungan antarkelompok gerilya, para pejuang berinisiatif membangun jalan penghubung. Namun, pembangunan jalan tersebut terhambat oleh adanya rawa yang memisahkan dua wilayah.

Semangat perjuangan yang tinggi mendorong para pejuang untuk membangun sebuah jembatan sehingga kedua wilayah yang sebelumnya terpisah oleh rawa dapat terhubung menjadi satu kesatuan. Keberadaan jalan dan jembatan tersebut kemudian menjadi pusat aktivitas masyarakat yang semakin berkembang.

Dari peristiwa tersebut lahirlah nama Sumberejo, yang berasal dari dua kata, yaitu "Sumber" yang berarti pusat atau sumber, dan "Rejo" yang berarti ramai, makmur, atau sejahtera. Nama tersebut mengandung harapan agar wilayah ini menjadi pusat kehidupan masyarakat yang ramai, makmur, aman, dan sentosa.

Beberapa tahun kemudian, seiring dengan perkembangan wilayah, dilakukan pemekaran administrasi dari Desa Tompokersan, Desa Jogotrunan, dan Desa Jogoyudan ke arah timur. Melalui musyawarah masyarakat dan pemerintah pada waktu itu, dibentuklah pemerintahan desa baru yang diberi nama Desa Sumberejo sebagai hasil pemekaran dari ketiga desa tersebut.

Sejak saat itu, Desa Sumberejo terus berkembang menjadi salah satu desa di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, dengan berbagai kemajuan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

B. Pembagian Wilayah Administratif

Secara administratif, Desa Sumberejo terdiri atas lima dusun, yaitu:

  1. Dusun Sekarputih;

  2. Dusun Blimbing;

  3. Dusun Rejosari;

  4. Dusun Bubur; dan

  5. Dusun Klingsi.

Kelima dusun tersebut menjadi wilayah pelayanan pemerintahan desa yang masing-masing terbagi ke dalam beberapa Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).

C. Masa Kepemimpinan Kepala Desa

Sejak berdirinya Desa Sumberejo, pemerintahan desa telah dipimpin oleh beberapa kepala desa yang secara bergantian mengemban amanah masyarakat. Daftar masa kepemimpinan Kepala Desa Sumberejo adalah sebagai berikut.

Tabel Masa Kepemimpinan Kepala Desa Sumberejo

No. Nama Kepala Desa Masa Jabatan
1 Wartini 1939–1950
2 Nur Ali Darmo 1951–1974
3 Suprapto 1975–1982
4 Achyak 1983–1999
5 Samsul Hadi, S.H., M.H. 2000–2012
6 Atok, S.Ag. 2013–2019
7 Akhjab 2020–Sekarang

Setiap kepala desa telah memberikan kontribusi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan pembangunan pada masanya. Berbagai capaian pembangunan fisik, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan desa menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan Desa Sumberejo hingga saat ini.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi aktif masyarakat yang diwariskan sejak masa awal pembentukan desa tetap menjadi modal sosial utama dalam mewujudkan Desa Sumberejo yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dokumen Lampiran : SEJARAH DESA SUMBEREJO


Komentar atas SEJARAH DESA SUMBEREJO

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Sumberejo

tampilkan dalam peta lebih besar